Belakangan saya kepikiran mau bikin semacam startup di bidang kelas online. Pas dipikir-pikir lagi, sebenarnya potongan-potongannya udah ada di tangan saya.
Bisa build sistemnya sendiri, dari platform sampai infrastrukturnya. Bisa cari orang yang kompeten buat ngajar, network dari dunia training dan konsultasi selama ini lumayan kepake. Sistem operasionalnya juga bukan hal asing, sudah biasa mikirin flow dari sisi teknis.
Tapi begitu nyusun rencana lebih detail, saya nyangkut di satu bagian: ngiklan.
Bukan cuma soal pasang ads di Meta atau Google. Lebih ke gimana caranya orang yang belum kenal saya sama sekali, bisa percaya dan mau bayar buat ikut kelas yang saya tawarin. Itu skill yang selama ini gak pernah saya latih.
Selama ini klien atau peserta training saya datang dari jalur yang udah ada trust-nya duluan, referral, portofolio kerjaan sebelumnya, atau platform kayak Nusacodes yang udah punya audiens sendiri. Saya gak pernah beneran belajar cara narik orang asing supaya sadar produk saya ada, apalagi sampai mau beli.
Build itu skill yang bisa saya kontrol sendirian di depan laptop. Ngiklan itu beda, harus paham audiens, harus paham copywriting, harus paham funnel, dan itu semua di luar zona yang selama ini saya kuasai.
Jadi sekarang saya sadar, rencana startup ini bukan cuma soal nambah fitur atau nyari pengajar lagi. Ada gap skill yang harus saya isi dulu, atau saya cari orang yang bisa nutup gap itu. Bangun produk doang gak cukup kalau gak ada yang tahu produknya ada.