Kembali ke Blog Back to Blog
pythonkuliahpersonal

UAS Python, Live Coding Depan Dosen

· 2 min read ID

Surabaya, 2019

Belum ada covid. Kuliah masih offline, kelas masih penuh, dan UAS Python saya bentuknya bukan soal pilihan ganda.

Praktik. Live coding. Depan dosen.


Formatnya sederhana. Saya disuruh buat function, langsung di depan layar, sambil dosen duduk di sebelah nanya-nanya.

Bukan nanya soal typo. Nanya kenapa saya nulis baris itu, kenapa pakai logic itu, apa yang terjadi kalau inputnya diubah sedikit.

Tidak ada contekan yang bisa nolong di situasi begini. Kertas jawaban orang lain, cheat sheet, semua percuma. Yang diuji bukan hasil akhir, tapi paham atau tidaknya saya sama apa yang saya tulis sendiri.


Waktu itu belum ada AI. Kalau stuck, ya cari sendiri. Buka StackOverflow, baca thread yang kadang jawabannya dari sepuluh tahun sebelumnya, coba-coba potong tempel, lalu ubah sedikit-sedikit sampai ngerti kenapa itu jalan.

Prosesnya lambat, tapi justru di situ pemahamannya nempel. Tidak ada yang kasih jawaban jadi dalam sepuluh detik. Semua harus dicerna sendiri, pelan-pelan, sampai akhirnya bisa jelasin ulang tanpa lihat catatan.


Deg-degan? Jelas. Tapi ada semacam kejujuran di sana yang saya suka, belakangan baru sadar.

Tidak ada tempat sembunyi kalau kamu cuma hafal syntax tanpa ngerti alurnya. Dosen tanya satu pertanyaan susulan saja, langsung ketahuan mana yang beneran paham, mana yang cuma nebak-nebak dari contoh yang pernah dilihat.


Itu 2019. Enam tahun lebih sedikit sebelum tulisan ini dibuat, dan saya masih inget rasanya duduk di depan layar itu, jantung deg-degan nunggu pertanyaan berikutnya.

Mungkin karena itu juga yang bikin saya nggak takut ngoding di depan orang sekarang. Toh sudah pernah diuji dengan cara yang jauh lebih personal.